harga sewa apato di jepang

Salahsatu keuntungan tinggal di Kumamoto adalah tempat tinggal (Apato) yang rata-rata dekat dengan lokasi kampus, Biaya sewa Apato single/double (1 kamar tidur, dapur, kamar mandi plus toilet) mulai 18rb/bulan sampai yg cukup mahal 30ribu untuk kamar single pun ada. Untuk ukuran keluarga dengan lebih dari 1 tempat tidur dengan living room sendiri Hargasewanya sekitar 50.000—100.000 yen per bulan. OYO LIFE sangat direkomendasikan bagi Anda yang mempunyai jiwa petualang dan ingin merasakan hidup berpindah-pindah tempat dengan berbekalkan koper. Temukan properti di OYO LIFE! 3. SOCIAL APARTMENT: Properti Trendi Bagaikan Memasuki Dunia Drama Jepang Pictures courtesy of PR TIMES HargaSewa Pocket Wifi Jepang, Rental Portable Wifi Jepang Unlimited 4G, Rental Travel Wifi Jepang, Rental Travel Wifi Jepang Last Minute Booking, Rental Travel Wifi Jepang Murah Pocket wifi menjadi alat yang begitu membantu para traveller dalam travelling ke berbagai kota dan negara di dunia. Pocket wifi menjadi alat yang mampu menjadikan Secaraumum harga standar untuk apartemen single —apato in Japanese di kota Sendai adalah ¥2500- ¥35000. Namun jika kamu menginginkan harga yang lebih murah dari harga tersebut. Kamu bisa menyewa apato—share house bersama temanmu. Hari ini, tanpa di sengaja, saya menemukan salah satu agen perumahan di dekat stasiun subway Kimachi-dori yang menawarkan harga sewa share-house yang sangat Fasilitasdidalamnya adalah Sunroom, toilet elektrik, AC/Heater, Flooring, Kitchen, Dining dan 2 Kamar. Jelasnya bisa anda lihat di link ini Apato di Jepang. Secara rata2x harga apato Family sekitar Asahimachi adalah 35rb Yen - 55rb Yen (lebih mahal banyak, hanya ini adalah yang dihuni orang Indonesia yang saya taw). Site De Rencontre Extra Conjugale Forum. Artikel Biaya Sewa Apartemen di Jepang’ ini disusun berdasarkan data/fakta bukan opini ataupun sekedar pengalaman pribadi. Data diolah dari data mentah yang merupakan situs yang menyediakan informasi terlengkap tentang rumah/property yang disewakan ataupun dijual di Jepang. Situs tersebut hanya tersedia dalam Bahasa Jepang dengan target grup orang Jepang. Apartemen yang dipasarkan melalui situs tersebut belum tentu dapat disewa oleh pelajar asing yang sedang sekolah di Jepang. Artikel ini disusun untuk memberikan gambaran tentang rentang harga/biaya sewa apartemen di Jepang. Gambaran biaya sewa apartemen ini sangat penting, mengingat biaya sewa apartemen/kost mungkin mengambil porsi terbesar pengeluaran pelajar yang sedang sekolah/kuliah di Jepang. Artikel ini melengkapi pembahasan tentang Biaya Hidup di Jepang dan Biaya Kuliah di Jepang. Di Jepang hunian yang disewa oleh seseorang yang belum memiliki rumah biasanya disebut apartemen. Di Indonesia biasa disebut kost atau kontrakan. Pelajar dari Indonesia yang sekolah/kuliah di Jepang umumnya tinggal di apartemen. Hanya sebagian kecil yang tinggal di asrama. Harga/biaya sewa apartemen di Jepang sangat beragam. Gambaran biaya sewa apartemen di Tokyo, Osaka, Fukuoka, Kyoto, Sapporo dan Kagoshima dapat dilihat pada line-chart di bawah ini. Di Tokyo, jumlah unit yang paling banyak disewakan adalah unit dengan rentang biaya antara 60-70 ribu yen dan 70-80 ribu yen per bulan lihat posisi puncak dari garis merah di line-chart di bawah. Di Osaka, jumlah unit yang paling banyak disewakan, unit dengan rentang biaya sewa 50-60 ribu yen dan 60-70 ribu yen. Fukuoka, Kyoto dan Kagoshima memiliki kecenderungan yang sama, jumlah unit yang paling banyak disewakan pada rentang biaya sewa 40-50 ribu yen dan 50-60 ribu yen. Di Sapporo unit yang paling banyak disewakan, 40-50 ribu yen dan 30-40 ribu yen. Terlihat kecenderungan apabila kota semakin besar, jumlah unit apartemen yang disewakan dengan harga lebih mahal cenderung lebih banyak Line-Chart. Perbandingan jumlah unit dari setiap rentang harga sewa apartemen di beberapa kota di Jepang. Sumbu X, biaya sewa apartemen dalam satuan ribu yen paling kiri sampai dengan 30 ribu yen, 30-40 ribu yen, dst. Sumbu Y jumlah unit apartemen yang sedang tersedia dan dapat disewa pada awal bulan Februari 2016. Line-chart © Japan Indonesia Network. Mozaic-plot di bawah ini memperlihatkan persentase unit apartemen yang disewakan dengan rentang biaya sewa tertentu. Di Tokyo, apartemen dengan biaya sewa kurang dari 30 ribu yen per bulan, hanya berjumlah 1% dari jumlah total unit apartemen yang tersedia. Di Osaka dan Kyoto sekitar 5 %, di Fukuoka 9% dan di Sapporo 12%. Kota semakin kecil, jumlah unit apartemen yang disewakan dengan harga lebih murah lebih banyak. Mozaic-Plot. Persentase unit jumlah unit dibagi jumlah total unit yang tesedia/available dari setiap rentang biaya sewa apartemen di beberapa kota di Jepang. Persentase unit dengan biaya sewa kurang dari 50 ribu yen per-bulan di Tokyo hanya 13%, di Osaka 33%, di Kyoto 39%, di Fukuoka 49%, di Sapporo dan Kagoshima masing-masing 58%. Mozaic-plot © Japan Indonesia Network. Biaya sewa per-bulan yang ditampilkan di atas dalam satuan mata uang Yen. Untuk konversi Yen ke dalam Rupiah, buka Yahoo Currency Converter klik di sini. WUJUDKAN IMPIAN SEKOLAH/KULIAH DI JEPANG Hubungi JIN di info Tel/WA 022-20451463/0812-1477-937, LINE jin_office atau follow instagram kami Ikuti kami dengan klik LIKE atau SHARE di bawah ini Featured Image CC Erwinsoo Tinggal atau pindah ke kota baru apalagi ke negara baru memang sulit, banyak sekali tantangannya, dan mencari tempat tinggal hanyalah salah satu diantaranya. Semoga artikel tentang Apato di Jepang ini dapat sedikit membantu bagi anda yang ingin tinggal atau pindah ke Jepang, khususnya daerah Kanazawa. Kanazawa sendiri adalah kota kecil yang merupakan ibukota perfektur Ishikawa di pantai barat Jepang. Kotanya kecil, tidak terlalu crowded, memiliki 4 musim yang ekstrem, dan tentunya sangat cocok untuk tempat tinggal. Kanazawa sendiri adalah salah satu kota tujuan utama pembelajar Indonesia, di tahun 2015 ini saja tidak kurang dari 30 mahasiswa Indonesia dari S1-S3 akan tiba di Kanazawa pada akhir september/oktober nanti. semoga artikel ini dapat sedikit membantu. Daerah Tempat Tinggal Sekitar Kanazawa University Jenis Apato di Jepang. Secara garis besar, apato di jepang terbagi dalam apato Single dan Family. 1. Apato Single Biasanya berukuran 1 R atau 1 K, maksudnya adalah 1 ruangan tidur beserta dapur. Ukuran standarnya adalah sekitar 20 meter persegi. didalamnya sudah termasuk ruang tidur, toilet, kamar mandi dan dapur beberapa memiliki sunroom 2. Apato Family Biasanya apato family diberikan kode2x seperti 1DK, 1LDK, 2K, 2DK, dan 2LDK. Ukuran standarnya 40 meter persegi atau lebih. Untuk lebih mengenal istilah tersebut, harap pahami legenda dibawah ini R = Room/tempat tidur/Ruangan K = Kitchen/Dapur L = Living room D = Ruang Makan biasa menyatu dengan dapur Jadi misal ada penawaran apato 2DK, artinya adalah apato itu memiliki 2 Kamar, 1 Ruang makan dan 1 Dapur. Lalu misal ada 2LDK, berarti memiliki 2 kamar, 1 ruang keluarga, 1 dapur dan 1 ruang makan. Lalu mungkin ada 3K yang berarti 3 kamar dan 1 dapur. Harap diperhatikan bahwa ofuro atau toilet dan kamar mandi sudah pasti ada di setiap apato. kecuali apato jenis sharing house. Jadi jangan nanya, apato saya kamar mandi didalem ape di luar?? nanti di jawab kamar mandi didalem, tapi kasur di luar gimane? qkkqkqkq.. Mencari Apato di Kanazawa Bagaimana mencari apato di kanazawa sedangkan kita masih di Indonesia? ya memang dari pihak kampus biasanya memberikan pilihan untuk tinggal di asrama terlebih dahulu, dan kalaupun tidak ingin tinggal di asrama, pihak kampus pun memberikan beberapa option apato dari agen perumahan untuk disewa. Namun biasanya yang ditawarkan adalah apato single. Nah gmana yang niat kesini bareng keluarga dan ingin sekalian ke apato family? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, pertama adalah tentunya mencari informasi target apato yang akan kita sewa, dan ini bisa dilakukan secara online dari Indonesia. Di Kanazawa terdapat beberapa agen perumahan besar seperti Noka, Urbanhome, dan Anpanman dan juga banyak agen kecil seperti Akane dan atau perorangan. Cara paling mudah adalah mengunjungi website2x agen tersebut seperti Noka Urbanhome Anpanman Atau anda juga dapat menggunakan fitur pencarian di situs . suumo sendiri adalah situs realty agent yang mirip dengan tokopedia, bukalapak, dsb. namun memfokuskan diri pada penawaran sewa/jual beli apato di Jepang. Beberapa hal yang mungkin dapat membantu filtering jenis apato yang anda inginkan adalah sebagia berikut 1. Letak ada beberapa spot perumahan yang bisa dicari disitu, untuk area kanazawa university, biasanya ada derah Wakamatsu, Morinosato, Asahimachi, Kodatsuno, Tagami, Suzumidai, dan Okuwa. selain itu ada Sakuramachi, Taimachi, dsb yang agak jauh. Mahasiswa Indonesia biasanya di Asahimachi, Wakamatsu dan Morinosato utnuk yang kampus Kakuma, dan Kodatsuno dan Ishibiki untuk kampus Takaramachi. Pemilihannya adalah karena jarak relatif dekat dan bisa ditempuh dengan sepeda dan atau jalan kaki. Harap dicatat bahwa kampus Kakuma itu diatas bukit, sedekat apapun dengan kampus, jika naik sepeda membutuhkan stamina yang super, tapi bagus untuk diet dan kesehatan hehe. 2. Harga Anda bisa memasukan harga apato maksimal dalam pencarian, sesuaikan dengan budget. 3. Fasilitas Bisa juga menambahkan fasilitas yang disediakan seperti lift, sunroom, jenis toilet, dsb dalam pencarian jika 2 filter diatas tidak cukup letak dan harga. setelah itu klik search, maka hasil pencarian akan muncul. Harap perhatikan jenis2x apato berdasarkan ruang LDKR dan luas apato seperti yang dijabarkan diatas, jangan hanya fokus pada harga. Karena merasa menemukan apato murah 20rb Yen anda tidak perhatikan luas ruangan yang cm 20meter persegi misalnya, sedangkan anda ingin membawa keluarga. Sekilas Informasi kisaran Harga Apato di Kanazawa Berikut adalah kilasan harga apato di Kanazawa yang saya tahu berdasarkan letak. Untuk Asahimachi, seperti apato saya yang ukuran 2DK itu harganya 40rb Yen. Fasilitas didalamnya adalah Sunroom, toilet elektrik, AC/Heater, Flooring, Kitchen, Dining dan 2 Kamar. Jelasnya bisa anda lihat di link ini Apato di Jepang Secara rata2x harga apato Family sekitar Asahimachi adalah 35rb Yen – 55rb Yen lebih mahal banyak, hanya ini adalah yang dihuni orang Indonesia yang saya taw. Untuk Wakamatsu dan Morinosato agak lebih mahal, karena mereka lebih dekat ke kampus dan pusat belanja Aeon. Informasi saja, jarak asahimachi ke Wakamatsu/Morinosato hanya 1 kilometer. Untuk wilayah Kodatsuno dan Ishibiki yang merupakan tempat tinggal Mahasiswa yang kampusnya di Takaramachi, itu lebih murah biaya sewanya. Semoga membantu 🙂 Mencari tempat tinggal yang cocok dengan harga terjangkau pun bisa menghabiskan banyak waktu dan tidak mudah. Bagaimana jika harus mencari apartemen di lingkungan padat ditambah lagi kamu adalah orang asing? Sewa properti di Jepang ternyata tidak semudah itu. Hal-hal berikut harus kamu perhatikan dan persiapkan dengan cermat. Berburu apartemen untuk hidup di Jepang memang tidak mudah. Banyak rintangan yang harus kamu hadapi apalagi jika kamu adalah first timer dan gaikokujin alias warga negara asing. Kamu bisa kerepotan hanya untuk menyewa sebuah kamar untuk ditinggali. Sebenarnya sesulit apa sih perburuan apartemen di Jepang? Dan apa saja yang harus disiapkan agar tidak kewalahan untuk melalui perburuan ini? Tips Persiapan dan Proses Pindahan di Jepang Mencari Apartemen di Jepang Ada Kemungkinan Diskriminasi Kenyataan pahit namun benar adanya. Informasikan diberikan bukan untuk menakut-nakuti karena tentu saja hal ini tidak bisa digeneralisir. Ini ditujukan agar mentalmu siap untuk menghadapi hal-hal yang kemungkinan akan terjadi. Menurut survei yang dilakukan Ministry of Justice Jepang pada tahun 2016, keluhan warga asing yang ada di Jepang mengenai banyaknya diskriminasi pada pasar sewa properti tidaklah sedikit. Laporan detail bisa dilihat di sini. Tidak jarang pemilik properti langsung memberitahu bahwa tidak ada unit kosong di apartemennya. Atau respon tidak baik dari agen real estate bahwa orang asing tidak diterima. Tapi ingat, tidak semua agen seperti ini. Ada juga agen real estate yang menyediakan servis baik bagi orang asing. Namun terkadang pilihan unit tidak banyak. Jika ada agen real estate khusus orang asing pun, biasanya harga kamar dipatok sangat mahal. Memang harus penuh kesabaran untuk menemukan tempat tinggal yang pas. Artikel Pilihan Hindari High Season Saat Mencari Apartemen di Jepang Jika kamu bisa memilih kapan kamu pindah, pastikan kamu menghindari high season atau musim ramai pindahan. Di waktu ini, agen real estate benar-benar punya kendali atas unit yang dia pegang. Misalnya, beberapa agen nakal akan terus mendesakmu menyewa unit yang sebenarnya tidak menarik dengan harga sangat tinggi karena si calon penyewa sedang dikejar waktu untuk memulai sekolah atau pekerjaan baru. Bulan Maret akan menjadi bulan yang sangat sibuk untuk pindahan karena tepat menuju tahun ajaran baru, lulusan baru yang akan memulai pekerjaan baru atau perusahaan yang membuka rekrutmen masal. Mencari apartemen sebagai warga asing saja sudah sulit, pada waktu ini kamu harus bersaing dengan orang Jepang lainnya. Ditambah lagi, setelah stres dengan urusan mencari apartemen, kamu juga harus berebut untuk bersaing mendapatkan jasa agen pindahan, pengantaran furnitur dan kontrak internet. Menunggu hingga satu bulan lamanya sangat memungkinkan apalagi jika kamu juga bekerja dan hanya punya waktu di akhir pekan. Penantian akan semakin lama. Jika kamu salah satu orang yang akan memulai sekolah atau pekerjaan baru yang mengharuskanmu pindah sebelum April, coba tinggal sementara di share house atau Airbnb. Jika kamu sudah berada di Jepang, pindah lah beberapa bulan sebelumnya. Apartemen di Jepang yang Kosong Melompong Apartemen di Jepang biasanya terdiri dari kamar, toilet dan kamar mandi, wastafel dapur dan AC, disewakan dengan keadaan kosong tanpa sedikitpun furnitur. Tidak ada kulkas dan mesin cuci. Bahkan penyewa baru di Jepang sering meminta lantai tatami untuk diganti yang baru. Hal ini mungkin memberikan ketidaknyamanan bagi orang asing yang datang ke Jepang hanya untuk sekolah atau bekerja dengan masa waktu 1 hingga 2 tahun saja. Ini juga akan menambah budget yang perlu kamu siapkan setelah mengurus biaya pindahan yang mahal. Salah satu cara menekan pengeluaran adalah dengan membeli furnitur bekas. Karena ketika kamu pindah atau kembali ke negara asal, memindahkan furnitur yang kamu beli juga mengeluarkan biaya yang besar untuk menyewa agen angkut. Apabila dengan membeli furnitur baru memberatkan isi rekeningmu, coba berselancar di forum online atau toko barang bekas. Beberapa orang yang melakukan pindahan terkadang memberikan barang-barangnya secara gratis karena lebih mudah bagi mereka daripada harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya angkut barang. Biaya Tersembunyi dalam Keseluruhan Harga Apartemen di Jepang Biaya sewa apartemennya saja sudah mahal, biaya tersembunyi apa lagi? Semua orang berekspektasi cukup mengeluarkan uang untuk kebutuhan membayar sewa kamar dan deposit yang akan dikembalikan saat kontrak selesai, atau komisi agensi real estate sebesar 1 bulan uang sewa. Tapi ternyata belum semua! Masih ada lagi biaya-biaya yang harus kamu bayarkan untuk bisa menempati apartemen yang kamu inginkan! Apartemen Jepang seringkali meminta sewa di muka selama 2 atau 3 bulan untuk dikirimkan sebagai pembayaran tunggal, bersama dengan komisi agen real estat dan biaya lainnya. Uang Kunci Biaya ini menjadi salah satu biaya paling kontroversial bagi penyewanya tidak hanya untuk orang asing bahkan untuk orang Jepang itu sendiri. Biaya tidak kecil! Bisa setara dengan satu atau dua bulan uang sewa. Tapi apa uang tersebut akan kembali kepadamu? Jawabannya adalah tidak! Dalam bahasa Jepang disebut reikin. Jika dilihat dari hurufnya, sebenarnya uang kunci ini adalah uang terima kasih. Uang ini dibayarkan sebagai tanda terima kasih kepada pemilik lahan telah memperbolehkan kita untuk tinggal di rumahnya. Tapi berita baiknya, makin banyak pemilik yang memutuskan untuk menghentikan praktik kuno ini. Lumayan deh, satu biaya berkurang! Biaya Perpanjangan Kontrak Periksa kapan kontrak Anda berakhir dan apakah tidak ditarik biaya untuk memperpanjang kontraknya. Karena biaya perpanjang kontrak ini juga tidak kecil! Biasanya dikenakan biaya sebesar biaya sewa satu bulan. Biaya Perusahaan Penjamin Mencari apartemen untuk orang asing memang sulit minta ampun. Sekalipun kamu sudah mendapatkan apartemen yang menerima orang asing, guarantor tetap diperlukan. Tidak jelas apa yang harus dijaminkan tapi setidaknya kamu harus punya kenalan orang Jepang. Sedangkan banyak orang asing yang baru pertama kali datang ke Jepang tidak punya kenalan seperti itu. Pada kondisi seperti inilah perusahaan penjamin diperlukan. Biasanya perusahaan penjamin ini terafiliasi dengan perusahaan real estate. Mereka akan menawarkan pilihan ini sebagai pilihan terakhir kepada kamu saat kamu tidak memiliki guarantor di Jepang. Bahkan beberapa perusahaan hanya menerima guarantor yang terkoneksi dengan perusahaan mereka padahal orang tersebut memiliki teman, bos, atau profesor yang bersedia menjadi guarantor mereka. Tentu saja, ini juga ada harganya, dan harus diperbarui saat Anda memperbarui kontrak. Berhati-hatilah terhadap pemaksaan seperti ini. Lebih baik untuk mengkonfirmasi sejak awal mengenai hal-hal seperti ini. Biaya Asuransi Apartemen Jangan lupa untuk menyiapkan anggaran sebagai biaya asuransi yang biasanya bernilai sebesar setengahnya dari uang sewa per bulan. Ingatlah bahwa asuransi ini biasanya tidak mencakup kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi. Seringkali, asuransi hanya mencakup biaya perbaikan akibat insiden kecil seperti pencurian, atau kebakaran yang bukan disebabkan oleh gempa bumi. Periksalah dengan seksama asuransi yang harus kamu tanda tangani sebelum melakukannya! Biaya Lainnya Biaya tambahan lainnya yang harus kamu keluarkan saat pindah biasanya adalah biaya manajemen apartemen biasanya sekitar 5000 yen per bulan, biaya pembersihan dan perawatan sekitar sepuluh ribu yen, biaya ganti kunci yang hilang sekitar atau lebih, dan biaya lainnya. Sebelum menyewa apartemen, sebaiknya lakukan riset pasar secara menyeluruh dan kemudian buat daftar prioritas apa yang kamu inginkan untuk tempat tinggal sebelum kamu membawanya ke agen beserta semua dokumen yang diperlukan. Ingatlah bahwa ada kondisi tertentu di Jepang yang akan mempengaruhi harga properti. Tanyakan juga peraturan tentang hewan peliharaan dan alat musik. Kamu juga perlu memperhitungkan biaya hidup secara keseluruhan saat kamu menentukan anggaran. Baca juga Budaya Hidup Hemat di Jepang yang Bisa Ditiru Jepang memiliki beragam keunikan, mulai dari cara berpakaian, makanan, gaya hidup, dan lainnya. Itulah alasan mengapa negara ini jadi destinasi liburan favorit. Namun sebenarnya Jepang tidak hanya menarik untuk wisata, melainkan juga banyak yang memilih untuk menetap. Buat yang memiliki rencana tersebut, temukan cara hidup di Jepang pada artikel ini. Untuk tinggal di negeri sakura ini tidak cukup menjadi disiplin dan taat peraturan saja. Ada sejumlah aturan kebudayaan yang tidak tertulis dan patut diikuti. Kalau tidak, maka orang Jepang akan menganggap sikap tersebut tidak sopan, tidak sesuai etika, bahkan kemungkinan akan dijauhi. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara hidup di Jepang sebelum tiba di sana. Jadi begitu sampai tinggal memperhatikan kebiasaan orang sekitar dan menyesuaikan diri. Pilihan Tempat Tinggal Mari mulai membicarakan cara hidup di Jepang dari tempat mereka tinggal. Ada berbagai macam pilihan tempat tinggal di sana dan siapa pun bebas memilih mau tinggal di mana selama mampu secara finansial dan cocok dengan lingkungannya. Berikut adalah referensi tempat tinggal di Jepang sebagai pertimbangan 1. Apartemen Sederhana Apato Apato merupakan tempat tinggal yang paling umum bagi warga Jepang. Bangunan ini seperti rumah susun dua tingkat atau mansion dalam wujud yang lebih sederhana. Kenyamanan tinggal di apato tergantung pada jenis bangunan dan harga. Tentu saja, semakin mahal harga sewanya, maka semakin lengkap fasilitas di apato tersebut. Apato terdiri dari beberapa kamar yang terkadang tidak memiliki dapur dan WC. Sehingga beberapa penghuni menggunakan dapur dan WC secara bersama-sama. Namun apato dengan harga sewa tinggi pasti tersedia fasilitas pribadi di dalamnya. Untuk mendapatkan apato yang nyaman agak susah, apalagi tidak fasih berbahasa Jepang. Sebab buat mengurus apato harus menghubungi fudousan agen apato dan tidak semua agen dapat berbahasa Inggris dengan baik. 2. Apartemen Mewah Mansion Mansion lebih besar daripada apato, yakni bangunan dengan tiga lantai atau lebih. Struktur bangunannya pun lebih kokoh, yaitu terbuat dari tiang besi. Adapun fasilitas di dalamnya lebih lengkap dan setiap kamar pasti memilikinya. Semakin tinggi lantai kamar berada, maka harga sewa semakin mahal. Ini dikarenakan penghuni akan mendapatkan keuntungan berupa pemandangan. Mansion biasa disewakan selama satu minggu atau satu bulan. Untuk periode yang lebih lama, seseorang harus menghubungi agen layaknya mencari apato. Untuk orang asing, beberapa agen meminta penyewa memiliki penjamin. Hal ini sebagai antisipasi apabila terjadi masalah yang timbul, misalnya tidak bisa membayar uang sewa. 3. Rumah Ikko-date Memiliki rumah sendiri di Jepang tidak semudah yang dibayangkan. Harga tanah di sana cukup mahal sehingga beberapa orang di kota besar memilih untuk tinggal di apartemen. Orang-orang yang memiliki rumah sendiri biasanya tinggal di pedesaan. Jika rumah sudah dianggap tua, maka mereka akan menghancurkannya dan mengganti dengan bangunan baru di atas tanah yang sama. Bagi pasangan yang baru menikah, mereka akan tinggal bersama orangtua. Cara hidup di Jepang seperti ini cenderung berlaku bagi anak laki-laki tertua. Sebab mereka akan mengemban tanggung jawab ini yang dikenal dengan istilah “atotsugi”. Maka di dalam rumah mereka terdapat dua area, yaitu untuk generasi tua dan muda. Fenomena tersebut dinamakan “nisedaijutaku” atau “rumah dua generasi”. 4. Kontrak Rumah Kashima Kontrak rumah ini konsepnya seperti sharing house dengan si pemilik rumah. Seseorang menyewa sebagian dari rumah di mana tuan rumah pun tinggal di tempat yang sama. Konsep kashima mungkin bisa juga disamakan dengan sistem kos di Indonesia karena seseorang benar-benar hanya menyewa kamar saja. Secara fasilitas mereka pun akan berbagi, seperti dapur, kamar mandi, ruang makan, halaman rumah, dan sebagainya. 5. Home Stay Dalam bahasa Jepang disebut juga dengan “homu sutei”, artinya seseorang tinggal bersama dengan satu keluarga Jepang. Cara hidup di Jepang seperti ini banyak dilakukan oleh mereka yang sedang menjalani program beasiswa atau pertukaran pelajar. Mereka memang sengaja ditempatkan dengan satu keluarga Jepang untuk bisa mempelajari bahasa dan kebudayaan Jepang secara langsung. Keluarga yang menerima pelajar asing dinamakan host family. Namun tidak mudah menemukan host family bagi orang asing sebab tidak semua keluarga Jepang nyaman dengan cara hidup bercampur seperti ini. Hanya melalui pihak penyelenggara yang resmi dari Jepang beberapa keluarga mau terlibat dalam program ini. Artikel Pilihan Aturan di Tempat Umum Setelah tahu alternatif tempat tinggal di Jepang, kini saatnya membahas aturan-aturan di tempat umum. Seperti apa seseorang seharusnya bersikap saat di fasilitas publik, pertokoan, dan sebagainya. Seperti yang disebutkan di awal, menjadi disiplin saja tidak cukup. Ketahui etika-etika lainnya selama berada di Jepang di bawah ini 1. Sikap Saat di Bus dan Kereta Api Hampir seluruh masyarakat Jepang menggunakan bus dan kereta api sebagai alat transportasi utamanya. Meski ada beberapa yang masih menggunakan sepeda atau sudah mengendarai kendaraan pribadi. Jika menggunakan fasilitas umum ini, jangan berbicara terlalu keras apalagi melalui telepon. Orang-orang Jepang tidak ada yang menggunakan ponsel selama di dalam bus dan kereta api. Kalaupun harus diaktifkan, mereka memilih mode silent. 2. Kebiasaan Menggunakan Eskalator dan Lift Etika menggunakan eskalator dan lift rasanya bukan hanya di Jepang saja. Namun di negara ini sikap seseorang lebih diperhatikan. Salah satunya adalah selalu berdiri di sebelah kiri, bukan di tengah apalagi memenuhi bagian eskalator. Bagian kanan diperuntukkan jika ada orang yang terburu-buru jadi mereka punya jalan untuk lewat. Sedangkan ketika menggunakan lift harus memperhatikan orang setelahnya. Jika ada orang lain di belakang dan hendak masuk lift juga, maka orang pertama yang masuk lift harus menekan tombol agar pintu lift tetap terbuka. Hal ini pun berlaku bagi orang yang akan keluar lift terakhir. 3. Budaya Mengantri Sikap disiplin ini sudah terkenal bagi orang Jepang. Kalau sedang berada di tempat umum biasakan untuk sabar mengantri. Jangan sekali pun mencoba menyerobot orang lain. Tidak peduli di depan itu anak-anak, lansia, atau perempuan. Mereka tak segan akan marah jika ada yang melakukan ini. Dalam kondisi apapun orang Jepang selalu berusaha untuk bersikap tertib dan rapi. 4. Mesin Penjual Otomatis Cara hidup di Jepang bisa terasa mudah karena ada banyak mesin otomatis di sana. Salah satunya yang kerap ditemui adalah mesin penjual minuman kaleng atau botol. Mesin ini akan berjajar di sepanjang jalan meskipun beberapa mesin isinya ada yang sama. Dengan begitu, orang Jepang terbiasa untuk self-service dan bebas menentukan pilihannya sesuai kebutuhan. 5. Tidak Merokok Sembarangan Beberapa negara sudah menerapkan aturan merokok dengan tertib, termasuk negara Jepang. Negara ini tidak melarang orang-orang untuk merokok hanya saja perokok harus berada di tempat khusus dan ada aturannya. Para pelanggar akan dikenakan denda. Namun jika mengikuti aturan, maka semuanya akan aman-aman saja. 6. Jangan Berjalan Lambat Layaknya di negara maju lainnya, masyarakat Jepang pun bergerak cepat. Cepat di sini dalam arti sesungguhnya, yakni dalam hal pekerjaan dan berperilaku di tempat umum. Mereka tidak pernah berjalan lambat, apalagi di tempat-tempat keramaian. Sikap seperti ini akan menghambat aktivitas orang lain dan orang tersebut akan dianggap berperilaku tidak sesuai etika. Budaya jalan beriringan dengan orang banyak, memenuhi jalan, dan berjalan lambat di tempat padat orang tidak akan dilakukan oleh mereka. 7. Perhatikan Penyebrang Jalan Jika menggunakan kendaraan pribadi, maka mematuhi rambu-rambu lalu lintas sudah wajib hukumnya. Selain itu, harus juga memperhatikan penyebrang jalan. Seorang pengendara harus mau berhenti dan menunggu semua orang selesai menyebrang jalan. Jangan pernah membunyikan klakson agar orang-orang cepat menyebrang. Ini adalah bukti ketertiban berlalu lintas di sana, jadi jangan heran kalau jarang sekali mendengar klakson di jalanan kota Jepang. Beberapa Mitos Kehidupan di Jepang Sebelum berangkat ke Jepang, mungkin pernah mendengar beberapa mitos tentang cara hidup di Jepang. Meski identik dengan kebudayaan di sana, namun sebenarnya mitos-mitos ini tidak benar adanya. Tak jarang orang yang mempercayai mitos ini justru akan membuat mereka salah bersikap saat bersama orang Jepang. Contoh dari mitos-mitos tersebut adalah, sebagai berikut 1. Makan Sushi Setiap Hari Sushi merupakan salah satu makanan orang Jepang tapi bukan berarti setiap hari mereka makan sushi. Meskipun nasi menjadi makanan utama mereka, sushi bukanlah hidangan yang harus ada di setiap waktu makan. Orang-orang Jepang biasanya makan kare, donburi, kotak bento, atau onigiri. Sedangkan sebagai pendampingnya mereka lebih banyak mengonsumsi sayuran daripada daging merah. 2. Semua Barang Harganya Mahal Semua kota di Jepang memiliki harga yang mahal adalah mitos. Beberapa orang beranggapan jika ingin ke Jepang harus banyak uang karena biaya hidupnya tinggi, apalagi di Tokyo. Sebenarnya itu tidak sepenuhnya benar sebab ada beberapa kota di Jepang yang memiliki harga barang-barang cukup terjangkau, bahkan terhitung murah. Apabila pergi ke kota-kota kecil, maka bagi mereka yang berpenghasilan rendah masih bisa dijangkau dan nominalnya layak. 3. Tatami Ada di Setiap Rumah Tatami merupakan bantalan empuk pengganti lantai yang ada di rumah Jepang. Ini menjadi ciri khas rumah Jepang dibandingkan negara lainnya. Namun tidak semua rumah di Jepang memiliki tatami. Untuk rumah-rumah tradisional Jepang memang menggunakan tatami, hanya saja seiring dengan zaman semakin modern maka masyarakat pun banyak yang mendekorasi ulang rumahnya. Kini rumah-rumah modern mulai menggunakan karpet atau pelapis lantai. Persiapan Sebelum Tinggal di Jepang Untuk tinggal di luar negeri dibutuhkan beberapa persiapan. Bagi warga asing yang ingin tinggal di Jepang tentunya harus mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa Jepang. Sebab masyarakat di sana menggunakan bahasa Jepang untuk kegiatan sehari-harinya. Sambil mengasah kemampuan bahasa, bisa sambil mempersiapkan lainnya, seperti tempat tinggal, mencari sekolah atau tempat kerja, hingga mengumpulkan kontak-kontak penting. Untuk beberapa urusan dibutuhkan orang Jepang asli agar lebih lancar, misalnya saat menghubungi fudousan seperti yang disebutkan di atas. Dengan demikian, akan lebih baik kalau punya kenalan orang Jepang asli atau kerabat yang sudah lama tinggal di sana. Mereka bisa menjadi penjamin di awal kehidupan di Jepang nantinya. Selebihnya adalah mental yang kuat untuk melakukan adaptasi. Sebab cara hidup di Jepang pasti berbeda dengan di Indonesia dan negara lainnya. Perhatikan bagaimana orang-orang sekitar beraktivitas dan ikuti ritme mereka. Ini adalah cara termudah agar dapat menyatu dengan orang-orang asli Jepang. Baca juga Tips Persiapan dan Proses Pindahan di Jepang Pemilihan apartemen yang tepat sangat diperlukan untuk kenyamanan. Kenyamanan ini tidak hanya dilihat dari segi kebersihan dan luasnya saja. Lokasi yang strategis pun turut menjadi faktor pendukung. Jika akan berkunjung atau menetap di Jepang, ada berbagai macam apartemen di sana. Apartemen Jepang bisa disewa untuk liburan maupun sebagai tempat tinggal. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih apartemen Jepang. Kebanyakan orang memulainya dari budget yang dimiliki. Namun bagi sebagian yang lain harga bukanlah masalah. Mereka cenderung melihat fasilitas yang ada, kondisi apartemen, serta apakah dekat pusat perbelanjaan atau fasilitas publik lainnya. Dengan demikian, standar apartemen setiap orang akan berbeda. Seperti Apa Apartemen Jepang Itu? Di Jepang ada dua jenis tempat tinggal sewa yang terkenal, yaitu apartemen dan mansion. Secara tampilan keduanya tampak sama karena berada di dalam gedung. Namun jika diperhatikan dengan seksama, bangunan mansion lebih modern dibandingkan apartemen. Sebab struktur bangunan mansion terbuat dari beton, sedangkan apartemen dari kayu atau baja ringan. Meskipun begitu, bukan berarti apartemen Jepang tidak kokoh. Keuntungan tinggal di apartemen dengan struktur bangunan menggunakan kayu akan membuat suasana di dalam lebih sejuk, apalagi saat musim dingin. Selain itu, tinggal di apartemen cenderung lebih aman karena hanya boleh terdiri dari dua lantai saja daripada di mansion yang bisa berlantai-lantai. Melihat bangunannya yang hanya dua lantai, maka tak heran kalau apartemen hanya menyediakan tangga. Meski beberapa apartemen ada juga yang memiliki lift. Fasilitas lain yang bisa dinikmati adalah Wi-Fi, laundry room, hingga area pemilahan sampah. Fasilitas yang tersedia disesuaikan dengan lokasi serta biaya yang dikenakan. Semakin strategis lokasi dan mahal harganya, maka tentu saja fasilitasnya semakin lengkap. Hal lain yang perlu diketahui dari apartemen di negeri sakura ini adalah dari isi dan ukuran ruangannya. Saat akan menyewa apartemen, jangan bayangkan telah terisi dengan furniture dan peralatan lainnya. Apartemen di Jepang akan disewakan dalam keadaan kosong, kecuali khusus untuk liburan maka telah terisi perabotan sesuai keperluan. Sedangkan dari ukuran ruangannya, apartemen terhitung cukup kecil. Kira-kira nyaman untuk dipakai beraktivitas dua hingga tiga orang saja. Artikel Pilihan Keuntungan Sewa Apartemen di Jepang Seperti yang disebutkan di awal, apartemen di Jepang bisa disewa untuk liburan atau sebagai tempat tinggal jangka panjang. Ada sejumlah keuntungan yang bisa dirasakan saat tinggal di apartemen. Keuntungan ini pastinya berbeda jika menyewa untuk waktu singkat dan lama. Berikut adalah keuntungan menyewa apartemen Jepang sebagai akomodasi liburan dan tempat tinggal 1. Sebagai Tempat Tinggal Jangan kaget dengan ukuran apartemen dan fasilitas yang didapat saat memperoleh harga sewa terjangkau. Tak jarang luas ruangan hanya cukup nyaman dipakai beraktivitas satu orang saja. Bahkan begitu masuk apartemen yang disewa tidak ada barang apa pun. Ini sebenarnya menguntungkan karena bebas menaruh apa saja di dalam apartemen sesuai kebutuhan. Tidak pusing menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai. Buat yang suka ketenangan maka sangat cocok tinggal di apartemen sebab sebagian besar tetangganya adalah orang Jepang. Masyarakat Jepang tidak suka dengan kegaduhan dan sangat menjaga privasi masing-masing. Namun saat bertemu di tangga atau berpapasan di Lorong mereka akan tetap ramah dengan saling senyum atau bertegur. 2. Sebagai Akomodasi Liburan Saat ini banyak juga orang yang menyewa apartemen Jepang sebagai alternatif akomodasi liburan. Apabila berpergian dengan jumlah orang banyak, maka menyewa apartemen adalah pilihan yang tepat. Jika dihitung-hitung, harga sewa apartemen lebih murah dibandingkan dengan sewa kamar hotel per malamnya. Selain itu, di apartemen bisa bergabung satu ruangan dengan seluruh keluarga atau teman-teman. Fasilitas yang didapat di apartemen khusus akomodasi liburan lebih lengkap. Penyewa sudah menempatkan furniture, perabot, dan beberapa ruangan, seperti dapur, tempat cuci pakaian, dan sebagainya. Selain itu, lokasinya pun lebih strategis. Jadi tak perlu bingung bagaimana menjangkau stasiun, halte bus, supermarket, dan tempat keramaian lainnya. Namun apartemen di lokasi-lokasi seperti ini pun harganya pasti lebih tinggi dibandingkan dengan jarak yang lebih jauh. Kisaran Harga Apartemen Jepang Harga apartemen di Jepang ditentukan oleh berbagai faktor. Hal yang paling menentukan tentu saja lokasinya. Semakin dekat ke tempat-tempat public service dan mudah diakses, maka harga sewa semakin mahal. Apartemen-apartemen seperti ini banyak ditemui di kota-kota besar dan destinasi wisata. Biasanya di sekitaran apartemen ada rumah makan, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Di kota besar, seperti Tokyo, kisaran harga sewa per unit yang ditawarkan antara 60-80 ribu yen per bulan. Di Osaka lebih murah, yakni sekitar 50-70 ribu yen. Untuk kota-kota lain, misalnya Kyoto, Kagoshima, dan Fukuoka, rentang harganya adalah 40-60 ribu yen. Hanya sedikit apartemen di kota Tokyo yang harganya setara dengan kota-kota kecil, mungkin hanya sekitar 1-2% saja. Dengan demikian, kecenderungannya adalah semakin besar kota maka semakin sulit mencari harga sewa yang rendah. ※ Besar kecilnya harga sewa disesuaikan dengan standar upah minimum di setiap kota. Makannya rentang harga sewa apartemen di setiap tempat akan berbeda. Ini pun berlaku untuk apartemen yang disewa semantara sebagai akomodasi liburan. Jika menginap di destinasi favorit, maka harga sewa per malam atau per minggunya akan lebih tinggi. Perkiraan Biaya Hidup di Jepang Lainnya Buat yang ingin tinggal di Jepang, maka harus menyusun budget untuk kebutuhan lainnya. Sebab kehidupan tidak seperti liburan yang hanya sementara waktu. Ada beberapa pos pengeluaran yang perlu diperhitungkan juga supaya kondisi keuangan tetap terjaga. Berikut adalah kisaran rincian yang bisa dijadikan referensi 1. Transportasi Jepang memiliki sistem transportasi umum yang sangat baik sehingga menguntungkan bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Alat transportasi yang paling banyak dimanfaatkan adalah bus dan kereta. Kisaran biaya per bulan yang dibutuhkan adalah sekitar 15-20 ribu yen per bulan ※. Bagi yang memiliki kendaraan pribadi tentunya pengeluaran ini akan berbeda disesuaikan dengan penggunaan bahan bakar. 2. Makan Biaya makan akan sangat variatif karena ini tergantung seberapa sering seseorang makan di luar. Memang ada sejumlah tempat makan dengan harga terjangkau, mulai dari konsep kios hingga restoran. Misalnya saja sekotak bento atau semangkuk ramen dihargai 400-800 yen per porsi ※. Maka kurang lebih pengeluaran makan sebulan bisa sekitar 40 ribuan yen. 3. Belanja Sama seperti biaya makan, pengeluaran untuk belanja pun akan beragam. Tak hanya dari apa saja yang dibelanjakan, namun tempat belanja pun akan menentukan besarnya pengeluaran. Untuk biaya rutin yang kemungkinan akan keluar adalah bayar listrik, air, dan gas. Kebutuhan tersebut bisa menghabiskan sekitar 7 ribu yen per bulan ※. Sedangkan untuk kebutuhan bahan masak bisa diperkirakan setengahnya dari budget makan di luar rumah. 4. Nongkrong Biaya sosial ini lah yang sulit diperkirakan. Sebab ada banyak faktor yang menentukannya, yaitu seberapa sering nongkrong, di mana tempat berkumpul, dengan siapa saja, dan apakah bayar sendiri atau menjadi penyokong dana. Jika ingin angka perkiraan, maka sekitar 20 ribu yen cukup untuk bersenang-senang selama sebulan. Namun biaya ini lebih baik dialihkan ke dalam pos tabungan saja. 5. Kesehatan Masyarakat Jepang cukup sadar untuk memiliki asuransi sebagai proteksi dirinya. Oleh sebab itu, mereka hanya melakukan klaim apabila harus berobat ke klinik atau rumah sakit. Apabila tidak memiliki asuransi, maka persiapkan dana sekitar 2-5 ribu yen sebagai biaya administrasi. Sedangkan untuk pengobatan lainnya disesuaikan dengan tindakan yang diterima. Bagi yang berencana untuk tinggal dalam jangka waktu cukup lama di Jepang, maka sebaiknya mempersiapkan dana sewa apartemen Jepang sebelum keberangkatan. Sebab pihak penyewa akan meminta deposit sebagai uang muka. Barulah seseorang bisa menempati apartemen tersebut. Bagi beberapa tenaga kerja ada yang mendapatkan fasilitas asrama atau sejenisnya dari perusahaannya. Ini sangat menguntungkan sebab mereka bisa menghemat pengeluaran untuk tempat tinggal. Baca juga Cara Mencari Apartemen di Jepang untuk Memulai Hidupmu yang Baru

harga sewa apato di jepang